Didalam kenyataan di masyarakat terdapat bermacam-macam pemakaian bahasa. Kenyataan ini sering tidak disadari oleh kebanyakan orang. Akibatnya, timbul anggapan pemakaian bahasa indonesia tidak memuaskan,terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa,bahkan di kalangan guru dan cendikiawan. Banyak situasi yang menyebabkan bahasa menjadi menurun yaitu ketika bahasa itu berubah bentuk menjadi famili bahasa-bahasa lain. Penyebab rapuhnya bahasa indonesia adalah karena tergerusnya arus globalisasi dan tidak adanya relasi masyarakat dengan pemerintah.
Kita banyak mengetahui, bahasa indonesia tersebar luas ke seluruh nusantara. Luasnya wilayah pemakaian bahasa itu menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa indonesia yang digunakan di suatu daerah berbeda dengan bahasa indonesia yang digunakan di daerah lain. Misalnya, bahasa indonesia yang digunakan oleh orang jawa,banyak penekanan pada pelafalan /b/ seperti kata-kata tersebut, Bogor,Bandung,Banyuwangi, dan lain-lain.
Halo... Saya akan membuat cerita2 di dalam blog ini.., semoga tulisan saya ini menarik bagi yg membaca.
Pages
Selasa, 08 Oktober 2013
Sabtu, 28 September 2013
Peranan dan Fungsi Bahasa Indonesia
Bahasa berperan penting bagi kehidupan manusia di seluruh dunia, tidak hanya dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga diperlukan untuk menjalankan segala pemberitaan bahkan untuk menyampaikan pikiran, pandangan, dan perasaan. Bidang-bidang seperti ilmu pengetahuan, umum, kedokteran, politik. Pendidikan juga memerlukan peran bahasa.Hal ini dikarenakan hanya dengan bahasa manusia mampu mengkomunikasikan segala hal. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan bila bahasa tersebut disebut sebagai alat komunikasi terpenting bagi manusia, sehingga mempelajarinya dengan kuh mendalam akan memudahkan dalam berkomunikasi dengan orang lain.
Fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi atau sarana untuk menyampaikan informasi. Dengan bahasa, kita membina hubungan dan kerja sama, mengadakan transaksi, dan melaksanakan kegiatan sosial dengan bidang dan peran kita masing-masing. Dengan bahasa kita mewarisi kekayaan masa lampau, menghadapi hari ini, dan merencanakan masa depan.
Fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi atau sarana untuk menyampaikan informasi. Dengan bahasa, kita membina hubungan dan kerja sama, mengadakan transaksi, dan melaksanakan kegiatan sosial dengan bidang dan peran kita masing-masing. Dengan bahasa kita mewarisi kekayaan masa lampau, menghadapi hari ini, dan merencanakan masa depan.
Jumat, 31 Mei 2013
Pasar dan Uang
1. Pasar
a. Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk
puas, uang untuk berbelanja dan kemauan untuk membelanjakannya”.
Dari definisi diatas terdapat 3 unsur penting didalam pasar
yaitu :
Orang dengan segala keinginannya
Daya beli mereka
Kemauan untuk membelanjakannya
Pasar atau konsumen dapat dibedakan menjadi dua golongan,
yakni konsumen akhir (pasar konsumen) dan pasar bisnis (pasar industri). Dimana
pasar konsumen adalah sekelompok pembeli yang membeli barang-barang untuk
dikonsumsi dan bukannya untuk diproses lebih lanjut. Sedangkan pasar bisnis
adalah pasar yang terdiri dari individu-individu atau organisasi yang membeli
barang untuk diproses lagi menjadi barang lain dan kemudian dijual. Berdasarkan
pengertian tersebut, sebagai contoh maka petani digolongkan kedalam pasar
bisnis, sebab mereka membeli barang digunakan untuk diproses lebih lanjut
menjadi barang-barang hasil pertanian.
b.Pasar digolongkan menjadi :
- Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan
sempurna (perfect competition) adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual
dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga
terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan
permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat memengaruhi
harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa
yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua
produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang
berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu, promosi
dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk.
-Pasar Monopoli :
Pasar Monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana hanya
terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah
seorang penjual atau sering disebut sebagai "monopolis".
Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat
menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan
diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang
tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki
suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu
mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat
barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi— mencarinya
di pasar gelap (black market).
-Pasar Monopolistic :
Pasar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana
terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki
perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas,
namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang
membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah : shampoo, pasta gigi,
dll. Meskipun fungsi semua shampoo sama yakni untuk membersihkan rambut, tetapi
setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya
perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain.
-Pasar Oligopoli :
Pasar oligopoli dari segi bahasa berasal dari kata olio yang
berarti beberapa dan poli yang artinya penjual adalah pasar di mana penawaran
satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan
lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memosisikan dirinya
sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang
mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua
usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya
dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.
2. Dijelaskan & Karakteristik Masing2 Pasar lama
-Uang,Bank,Penciptaan Uang :
Penciptaan uang adalah proses memproduksi atau menghasilkan
uang baru. Terdapat tiga cara untuk menciptakan uang; pertama dengan cara
mencetak mata uang kertas atau uang logam, kedua melalui pengadaan utang dan
pinjaman, serta ketiga melalui beragam kebijakan pemerintah, misalnya seperti
pelonggaran kuantitatif. Berbagai praktik dan regulasi untuk mengatur produksi,
pengeluaran, dan penarikanan uang, adalah perhatian utama dalam ilmu ekonomi
moneter (misalnya tentang persediaan uang, mazhab monetarisme), dan memengaruhi
berjalannya pasar keuangan dan daya beli uang.
-Bank Central &
Bank Umum :
Bank sentral
Undang- undang yang mengatur Bank Indonesia adalah UURI No.
3 THN 2004 perubahan atas UURI No. 23 Thn 1999 tentang Bank Indonesia.
Bank sentral merupakan pelaksanaan kebijakan moneter
ditetapkan pemerintah. Bank Indonesia mempunyai tugas sebagai berikut :
a) Bank Indonesia menetapkan dan melaksanakan kebijakan
moneter.
Bank Indonesia melakukan pengadilan moneter dengan cara:
1. Operasi pasar terbuka dipasar uang, baik rupiah/ valuta
asing.
2. Penetapan tingkat diskonto
3. Penetapan cadangan wajib minimum.
4. mengatur kredit atau pembiayaan.
Bank Umum
Bank umum adalah bank umum yang melaksakan kegiatan
bedasarkan konvensi (kesepakatan) umum:
Contoh : BRI, BNI, BCA, dan lain- lain.
Bentuk badan hukum bank umum berupa:
a. Perseroan terbatas
b. Perusahaan daerah.
c. Koperasi
-Kebijakan Moneter :
Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang
sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai
pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset
standar bunga pinjaman, "margin requirement", kapitalisasi untuk bank
atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan
melalui negosiasi dengan pemerintah lain.
Selasa, 30 April 2013
MANAJEMEN RUANG KOSONG
Materi sebelumnya dibahas oleh :
Abdul Wahid : http://randiabdulwahid.blogspot.com/2013/04/konsep-file-dan-metode-akses.html
Dimas : http://dimaspungpungpung.blogspot.com/2013/04/pendahuluan-dan-landasan-teori.html
Emil : http://emilia-regar.blogspot.com/2013/04/struktur-direktori-dan-sistem-proteksi.html
Oscar : http://myfileocr.blogspot.com/2013/04/metode-pengalokasian-dan-struktur.html
Manajemen Ruang Kosong
Alokasi disk dan algoritma
direktori
Tipe data yang dilindungi pada
direktori file
disk cache – memisahkan bagian
main memori yang sering digunakan sebagai blok.
Teknik free-behind dan
read-ahead – digunakan untuk optimasi akses sequensial
Meningkatkan unjuk kerja PC
dengan menggunakan bagian memori seperti virtual disk atau RAM disk.
Abdul Wahid : http://randiabdulwahid.blogspot.com/2013/04/konsep-file-dan-metode-akses.html
Dimas : http://dimaspungpungpung.blogspot.com/2013/04/pendahuluan-dan-landasan-teori.html
Emil : http://emilia-regar.blogspot.com/2013/04/struktur-direktori-dan-sistem-proteksi.html
Oscar : http://myfileocr.blogspot.com/2013/04/metode-pengalokasian-dan-struktur.html
Manajemen Ruang Kosong
Penyimpanan yang tidak
berkesinambungan dan adanya penghapusan data menyebabkan adanya ruang-ruang
bebas di disk. Oleh karena itu diperlukan manajemen ruang bebas. Caranya,
dengan membuat daftar ruang-ruang kosong. Informasi ruang kosong umumnya turut
disimpan di dalam media penyimpanan. Ruang-ruang kosong pada media penyimpanan
perlu dicatat sehingga memudahkan pengalokasian berkas yang akan disimpan.
·
Pada saat terjadi
alokasi berkas baru ataupun penghapusan berkas, informasi ruang kosong akan
diperbaharui.
·
Apabila ada berkas baru
yang ingin disimpan, maka ruang bebas dicari oleh daftar ini.
·
Untuk membuat berkas
baru, system mencari ke daftar tersebut untuk mencarikan tempat kosong yang di
butuhkan, lalu tempat tersebut dihilangkan dari daftar. Ketika berkas dihapus,
alamat berkas tadi ditambahkan pada daftar.
Teknik-teknik yang dapat digunakan untuk pencatatan ruang
kosong media penyimpanan adalah :
1. Teknik
Bit Vektor
Teknik bit vector menggunakan
satu bit untuk menyatakan kosong tidaknya setiap alamat blok media penyimpanan.
Blok yang kosong ditandai dengan angka 1 dan blok yang ada isinya ditandai
dengan angka 0. Posisi bit menyatakan alamat atau nomor blok Jumlah bit =
jumlah blok logika media penyimpan Contoh: 0100100, ini berarti blok yang
kosong adalah blok ke 1 dan 4.
Kelebihan:
ü Pencarian
ruang kosong secara cepat
ü Relatif
sederhana dan efisien untuk mencari blok pertama yang kosong atau
berturut-turut n blok yang kosong pada disk
Kekurangan:
1. Butuh
ruang tambahan untuk pencatatan bit-vector.
Contohnya:
Ukuran
blok = 212 byte,
ukuran
disk = 230 byte (1 gigabyte),
maka
ruang untuk vektor bit = 230 /212 bit = 218 (32Kb)
2. Bit
vector tidak efisien kecuali seluruh vector disimpan dalam memori utama (dan
ditulis di disk untuk kebutuhan pemulihan). Menyimpan dalam memori utama
dimungkinkan untuk disk yang kecil pada mikro komputer, tetapi tidak untuk disk
yang besar.
3. Dengan
menggunakan vektor bit bias terjadi kesalahan dimana bit[i] = 1 pada memory dan
bit[i] = 0 pada disk. Untuk mencegah terjadinya perbedaan ini, maka pada saat
pengalokasian suatu ruang kosong untuk suatu berkas dilakukan cara berikut:
set
bit[i] = 0 pada disk
alokasikan
blok[i]
set
bit[i] = 0 pada memory
2. Linked-List
Menggunakan blok-blok
kosong di media penyimpan untuk menyimpan pointer atau alamat blok kosong
berikutnya. Menyimpan pointer ke blok pertama yang kosong di tempat yang khusus
pada disk dan menyimpannya di memori. Blok kosong pertama pointer ke blok
kosong kedua, dan blok kosong kedua pointer ke blok ketiga yang kosong. Blok
kosong terakhir akan mencatat pointer yang tidak valid sebagai penanda akhir
blok yang kosong
Contoh :
kita akan menyimpan pointer ke blok ke 1
sebagai blok kosong pertama, blok 1 akan menyimpan pointer keblok 3, yang akan
menunjuk ke blok 3, blok 3 akan menyimpan pointer keblok 4 dan seterusnya
Kelebihan:
ü Menghemat
penggunaan ruang khusus
Kelemahan:
1) Jika
terjadi kerusakan pada salah satu blok kosong, maka pengelolaan ruang kosong
menjadi terganggu.
2) Pengalokasian
sejumlah blok kosong ke berkas relative lebih lambat karena untuk melintasi
daftar ini kita perlu membaca tiap blok.
3) Sulit
untuk mendapatkan ruang kosong berurutan dengan mudah.
3. Grouping
Mengumpulkan informasi
alamat blok kosong ke blok kosong pertama. Alamat blok kosong pertama perlu di
catat secara khusus pada struktur SO.Jika blok telah terisi, maka akan dihapus
dari blok alamat kosong
4. Counting
Memperhitungkan rangkaian blok-blok
kosong yang kontinu sebagai suatu segmen. Setiap segmen di catat alamat blok
kosong pertamanya dan jumlah blok kosong yang mengikutinya. Informasi segmen
dicatat pada tabel khusus.
IMPLEMENTASI DIREKTORI
Sebelum sebuah berkas dapat dibaca, berkas
tersebut harus dibuka terlebih dahulu. Saat berkas tersebut dibuka, sistem
operasi menggunakan path name yang dimasukkan oleh pengguna untuk
mengalokasikan direktori entri yang menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk
menemukan block disk tempat berkas itu berada. Tergantung dari sistem tersebut,
informasi ini dapat berupa alamat disk dari berkas yang bersangkutan
(contiguous allocation), nomor dari blok yang pertama (keduaskema linked list),
atau nomor dari inode.
Dalam semua kasus, fungsi utama dari
direktori entri adalah untuk memetakan nama ASCII dari berkas yang bersangkutan
kepada informasi yang dibutuhkan untuk mengalokasikan data.
Masalah berikutnya yang kemudian muncul
adalah dimana atribut yang dimaksud akan disimpan. Kemungkinan paling nyata
adalah menyimpan secara langsung di dalam direktori entri, dimana kebanyakan
system menggunakannya. Untuk sistem yang
menggunakan inodes, kemungkinan lain adalah menyimpan atribut ke dalam inode,
selain dari direktori entri. Cara yang terakhir ini mempunyai keuntungan lebih
dibandingkan menyimpan dalam direktori entri. Cara pengalokasian direktori dan
pengaturan direktori dapat meningkatkan efisiensi, performa dan kehandalan. Ada
beberapa macam algoritma yang dapat digunakan.
1. Algoritma
Linear List
Metode paling sederhana.Menggunakan nama
berkas dengan penunjuk ke data blok.
Proses:
·
Mencari (tidak ada nama
berkas yang sama).
·
Menambah berkas baru
pada akhir direktori.
·
Menghapus (mencari
berkas dalam direktori dan melepaskan tempat yang dialokasikan).
Penggunaan suatu berkas:
Memberi tanda atau menambahkan pada daftar
direktori bebas.
Kelemahan:
Pencarian secara linier (linier search) untuk
mencari sebuah berkas, sehingga implementasi sangat lambat saat mengakses dan
mengeksekusi berkas.
Solusi:
Linked list dan Software Cache
2. Algoritma
Hash Table
Linear List menyimpan direktori entri,
tetapi sruktur data hash juga digunakan.
Proses:
Hash table mengambil nilai yang dihitung dari nama berkas dan mengembalikan sebuah penunjuk ke nama berkas yang ada di linier list.
Hash table mengambil nilai yang dihitung dari nama berkas dan mengembalikan sebuah penunjuk ke nama berkas yang ada di linier list.
Kelemahan:
·
Ukuran tetap
·
Adanya ketergantungan
fungsi hash dengan ukuran hash table
Alternatif:
Chained-overflow hash table yaitu setiap hash
table mempunyai linked list dari nilai individual dan crash dapat diatasi
dengan menambah tempat pada linked list tersebut. Namun penambahan ini dapat
memperlambat.
EFISIENSI DAN UNJUK KERJA
Efisiensi tergantung pada :
Unjuk Kerja
RECOVERY
Data
recovery adalah proses menyelamatkan data dari kerusakan, gagal, atau tidak
dapat diakses media penyimpanan sekunder ketika tidak dapat diakses normal. Sering kali data diselamatkan dari media
penyimpanan seperti drive internal atau eksternal hard disk, solid-state drive
(SSD), USB flash drive, kaset penyimpanan, CD, DVD, RAID, dan elektronik
lainnya.
Pemulihan mungkin diperlukan karena kerusakan
fisik pada perangkat penyimpanan atau kerusakan logis untuk mencegah sistem file yang dipasang oleh
sistem operasi host. Skenario yang paling umum, "pemulihan
data" melibatkan sistem operasi (OS) (biasanya pada disk-tunggal,
tunggal-partisi, sistem single-OS), dalam hal ini tujuannya adalah hanya untuk
menyalin semua file yang diinginkan ke disk lain.
Hal
ini dapat dengan mudah dicapai dengan menggunakan Live CD, banyak yang
menyediakan sarana untuk me-mount sistem drive dan disk cadangan atau removable
media, dan untuk memindahkan file dari disk sistem ke media backup dengan
manajer file atau perangkat lunak authoring cakram optik .
Kasus
seperti itu dapat diatasi dengan partisi disk dan konsisten menyimpan file data
berharga (atau salinan dari mereka) pada partisi yang berbeda dari file sistem
OS diganti. Skenario lain melibatkan kegagalan disk-tingkat, seperti sistem
dikompromikan file atau partisi disk, atau kegagalan hard disk. Dalam setiap
kasus ini, data tidak dapat dengan mudah dibaca. Tergantung pada situasi,
solusi memperbaiki sistem file, tabel partisi atau master boot record, atau teknik
pemulihan hard disk mulai dari pemulihan berbasis perangkat lunak data rusak,
hardware-software pemulihan berbasis wilayah pelayanan yang rusak (juga dikenal
sebagai hard drive "firmware"), untuk penggantian hardware pada disk
yang rusak secara fisik.
Jika
pemulihan hard disk diperlukan, disk itu sendiri biasanya telah gagal, dan
fokusnya adalah lebih pada pemulihan satu kali, menyelamatkan apa pun data yang
dapat dibaca. Dalam skenario ketiga, file sudah "dihapus" dari media
penyimpanan. Biasanya, isi dari file yang dihapus tidak segera dihapus dari
drive, melainkan referensi kepada mereka dalam struktur direktori yang dihapus,
dan ruang yang mereka tempati dibuat tersedia untuk nanti Timpa. Sementara itu,
isi file asli tetap, sering di sejumlah fragmen terputus, dan mungkin dapat
dipulihkan.
Materi selanjutnya akan dibahas oleh Tarmuji :
http://konsepmemograman-tarmuji.blogspot.com/2013/04/kesimpulan_1252.html
Materi selanjutnya akan dibahas oleh Tarmuji :
http://konsepmemograman-tarmuji.blogspot.com/2013/04/kesimpulan_1252.html
Minggu, 28 April 2013
Perilaku Konsumen,Perilaku Produsen,Biaya dan Penerimaan
1.PERILAKU KONSUMEN
A.PENGERTIAN PERILAKU KONSUMEN
Teori perilaku konsumen merupakan salah satu pembahasan penting dalam manajemen pemasaran. Menurut Asosiasi Pemasaran Amerika (American Marketing Association), perilaku konsumen dapat diartikan sebagai interaksidinamis antara afeksi dan kognisi, perilaku, dan lingkungan, yang mana manusia melakukan pertukaran dalam berbagai aspek dalam kehidupan mereka.
Dalam bahasa aslinya disebut: “Consumer behavior is the dynamic intaraction of affect and cognition, behavior, and the environment by which human beings conduct the exchange aspects of their lives.”
Teori perilaku konsumen ini sangat penting dalam bisnis karena dalam mencapai tujuan pemasaran, sangatlah bergantung pada pengetahuan, pelayanan, dan pengaruh pada konsumen. Dengan mengetahui teori ini, kita bisa lebih mudah dalam menetapkan strategi pemasaran yang tepat untuk mencapai target pemasaran kita.
B.PENDEKATAN PERILAKU TERDIRI DARI 2:
- Pendekatan Kardinal atau Cardinal Approach
Menurut pendekatan kardinal kepuasan seorang konsumen diukur dengan satuan
kepuasan (misalnya:uang). Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan
menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu. Semakin
besar jumlah barang yang dapat dikonsumsi maka semakin tinggi tingkat kepuasannya.
Konsumen yang rasional akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada tingkat
pendapatan yang dimilikinya. Besarnya nilai kepuasan akan sangat bergantung pada
individu (konsumen) yang bersangkutan. Konsumen dapat mencapai kondisi equilibrium
atau mencapai kepuasan yang maksimum apabila dalam membelanjakan pendapatannya
mencapai kepuasan yang sama pada berbagai barang.
- Pendekatan Ordinal atau Ordinal Approach
Dalam Pendekatan Ordinal daya guna suatu barang tidak perlu diukur, cukup untuk
diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang
diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang. Pendekatan yang dipakai dalam teori
ordinal adalah indefference curve, yaitu kurva yang menunjukkan kombinasi 2 (dua)
macam barang konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan sama.
C.KONSEP ELASTISITAS TERDIRI DARI 3:
- Elastisitas harga adalah tingkat kepekaan relatif dari jumlah yang diminta konsumen, akibat adanay perubahan tingkat barang. Dengan kata lain elastisitas harga adalah perubahan proporsional dari sejumlah barang yang diminta dibagi dengan perubahan proporsional dari harga.
- Elastisitas Silang adalah pengukuran tentang derajat kepekaan reklatif dari sejumlah barang yang diminta sebagai akibat adanya perubahan tingkta harga barang yang lain. Dengan kata lain, elastisitas silang adalah perubahan proporsional dari jumlah barang X yang diminta konsumen dibagi dengan perubahan proporsional dari harga Y.
- Elastisitas Pendapatan adalah Suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan konsumer yang akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perobahan tersebut diukur dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan.
2.PERILAKU PRODUSEN
A.PENGERTIAN PERILAKU PRODUSEN
Perilaku Produsen adalah salah satu bagian penting dalam kegiatan ekonomi,karena jika tidak ada produsen maka tidak akan mungkin kegiatan ekonomi dapat berjalan sebagai mana mestinya,berikut penjelsan mengenai produsen dan perilaku-perilaku produsen.
B.FUNGSI PRODUKSI
Fungsi produksi adalah fungsi yang menentukan output dari perusahaan untuk semua kombinasi masukan. Sebuah fungsi meta-produksi (kadang-kadang fungsi metaproduction) membandingkan praktek entitas yang ada mengkonversi input menjadi output untuk menentukan fungsi praktek produksi yang paling efisien dari entitas yang ada, apakah praktik produksi yang paling efisien layak atau produksi praktek yang paling efisien yang sebenarnya.
C.LEAST COST COMBINATION
Least cost combination adalah menentukan kombinasi input mana yang
memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah
ditentukan.Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan
produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar
dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Jadi, selama DX2.P2 > DX1.P1
maka penggantian DX2 oleh DX1 masih menguntungkan.
3.BIAYA DAN PENERIMAAN
A.PENGERTIAN BIAYA
Menurut Supriyono (2000;16), Biaya adalah harga perolehan yang dikorbankan atau digunakan dalam rangka memperoleh penghasilan atau revenue yang akan dipakai sebagai pengurang penghasilan.
Menurut Henry Simamora (2002;36), Biaya adalah kas atau nilai setara kas yang dikorbankan untuk barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat pada saat ini atau di masa mendatang bagi organisasi.
Menurut Mulyadi (2001;8), Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi, sedang terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu.
Menurut Masiyah Kholmi, Biaya adalah pengorbanan sumber daya atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat di saat sekarang atau di masa yang akan datang bagi perusahaan.
B.MACAM-MACAM BIAYA
1.Biaya investasi (First or Investment Cost) adalah seluruh biaya yang dikeluarkan oleh entitas investor dalam perolehan suatu investasi misalnya komisi broker, jasa bank, biaya legal dan pungutan lainnya dari pasar modal.
2.Biaya Operasi dan Pemeliharaan (Operation and Maintenance Cost) adalah biaya yang dikeluarkan oleh Transporler untuk pengoperasian dan pemeliharaan Fasilitas.contoh beban penyusutan, beban pemasaran
3.Biaya tetap (Fixed cost) adalah biaya tetap merupakan biaya yang secara total tidak mengalami perubahan,walaupun ada perubahan volume produksi atau penjualan (dalam batas tertentu). Artinya kita menganggap biaya tetap konstan sampai kapasitas tertentu saja, biasanya kapasitas produksi yang dimiliki. Namun, untuk kapasitas produksi bertambah, biaya tetap juga menjadi lain. Contoh biaya tetap adalah seperti gaji, penyusutan aktiva tetap, bunga, sewa atau biaya kantor dan biaya tetap lainnya.
C.PENGERTIAN PENERIMAAN
Didalam memproduksi suatu barang, ada dua hal yang menjadi fokus utama dari seorang pengusaha dalam rangka mendapatkan keuntungan yang maksimum, yaitu ongkos (cost) dan penerimaan (Revenue).
Ongkos sebagaimana telah dijelaskan diatas, maka yang dimaksud dengan penerimaan adalah jumlah uang yang diperoleh dari penjualan sejumlah output atau dengan kata lain merupakan segala pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan hasil dari penjualan hasil produksinya.
Hasil total penerimaan dapat diperoleh dengan mengalikan jumlah satuan barang yang dijual dengan harga barang yang bersangkutan atau
TR = Q x P
D.KEUNTUNGAN MAKSIMAL/MAKSIMUM ADA 3 :
1.Pendekatan Total
Laba Total (p) adalah perbedaan antara penerimaan total (TR) dan biaya total (TC). Laba terbesar terjadi pada selisih posistif terbesar antara TR dengan TC. Pada selisih negative antar TR dengan TC perusahaan mengalami kerugian, sedang jika TR = TC perusahaan berada pada titik impas.
2.Pendekatan Marginal
Perusahaan memaksimumkan keuntungan pada saat penerimaan marginal (MR) sama dengan biaya marginal (MC).Biaya Marginal (MC) adalah perubahan biaya total perunit perubahan output. Penerimaan Marginal (MR) adalah perubahan penerimaan total per unit output atau penjualan.Hasil Penjualan Marjinal,satu konsep (istilah) mengenai hasil penjualan yang sangat penting untuk diketahui dalam analisis penentuan harga dan produksi oleh suatu perusahaan adalah pengertian hasil penjualan marjinal (MR yang merupakan singkatan dari perkataan Marjinal’Revenue), yaitu tambahan hasil penjualanjangdiperoleh perusahaan dari menjual satu unit lagi barangyang diproduksikannya.
3.Pendekatan Rata-rata
Hasil Penjualan Rata-rata,untuk suatu perusahaan dalam pasar persaingan sempurna hasil penjualan rata-rata (AR) adalah harga barang yang diproduksi perusahaan adalah Rp 3000 maka d0=AR0= MRQ adalah kurva permintaan yang dihadapi perusahaan.
Senin, 01 April 2013
Tujuan Commad Interpreter
Tujuan dari command interpreter adalah agar pengguna dapat membuat permintaan tanpa menulis program.
Biasa terpisah karena Konsep MV menyediakan proteksi yang lengkap untuk sumberdaya sistem, dikarenakan tiap MV terpisah dari MV yang lain
Persamaan dan Perbedaan OSI & TCP/IP
ABSTRAK
Persamaan OSI dan TCP/IP :
1) OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama memiliki layer (lapisan).
2) OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama memiliki Application layer meskipun memiliki layanan yang berbeda.
3) OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama memiliki transport dan network layer yang sama.
4) Asumsi dasar OSI layer dan TCP/IP layer adalah menggunakan teknologi packet switching.
5) OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama punya
transport dan network layer yang bisa diperbandingkan.
6) OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama menggunakan teknologi packet-switching, bukan circuit-switching ( Teknologi Circuit-Switching digunakan pada analog telephone).
Perbedaan OSI dan TCP/IP :
1. OSI layer memiliki 7 buah layer, dan TCP/IP hanya memiliki 4 Layer
2. Layer teratas pada OSI layer, yaitu application, presentation, dan session direpresentasikan kedalam 1 lapisan Layer TCP/IP, yaitu layer application.
3. Layer Network pada OSI Layer direpresentasikan sebagai Layer Internet pada TCP/IP Layer, namun fungsi keduanya masih tetap sama.
4. Layer Network Access pada TCP/IP menggabungkan fungsi dari Layer DataLink dan Physical pada OSI Layer, dengan kata lain, Layer Network Acces merupakan representasi dari kedua layer paling bawah dari OSI Layer, yaitu DataLink dan Physical.
5. TCP/IP layer merupakan “Protocol Spesific”, sedangkan OSI Layer adalah “Protocol Independen”
Kata Kunci:
Layer,Jaringan,Paket Switching,hubungan,Protokol
Persamaan OSI dan TCP/IP :
1) OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama memiliki layer (lapisan).
2) OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama memiliki Application layer meskipun memiliki layanan yang berbeda.
3) OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama memiliki transport dan network layer yang sama.
4) Asumsi dasar OSI layer dan TCP/IP layer adalah menggunakan teknologi packet switching.
5) OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama punya
transport dan network layer yang bisa diperbandingkan.
6) OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama menggunakan teknologi packet-switching, bukan circuit-switching ( Teknologi Circuit-Switching digunakan pada analog telephone).
Perbedaan OSI dan TCP/IP :
1. OSI layer memiliki 7 buah layer, dan TCP/IP hanya memiliki 4 Layer
2. Layer teratas pada OSI layer, yaitu application, presentation, dan session direpresentasikan kedalam 1 lapisan Layer TCP/IP, yaitu layer application.
3. Layer Network pada OSI Layer direpresentasikan sebagai Layer Internet pada TCP/IP Layer, namun fungsi keduanya masih tetap sama.
4. Layer Network Access pada TCP/IP menggabungkan fungsi dari Layer DataLink dan Physical pada OSI Layer, dengan kata lain, Layer Network Acces merupakan representasi dari kedua layer paling bawah dari OSI Layer, yaitu DataLink dan Physical.
5. TCP/IP layer merupakan “Protocol Spesific”, sedangkan OSI Layer adalah “Protocol Independen”
Kata Kunci:
Layer,Jaringan,Paket Switching,hubungan,Protokol
Langganan:
Postingan (Atom)